Suriah: Perang Saudara Atau Revolusi ?…

Berikut info yang berasal dari FB Page Middle East Update yang bertajuk Suriah: Perang Saudara Atau Revolusi ?….

Tolong mengomentari dengan sopan dan hindari debat dan caci maki.

Suriah: Perang Saudara Atau Revolusi ?

Sebuah tulisan dari: Anisa Abeytia

——————–

Media mainstream (arus utama) dan komunitas internasional terus melanjutkan deskripsi mereka tentang Revolusi Suriah sebagai sebuah “perang sipil”. Istilah “perang sipil” ini mengungkap kesalahpahaman dan distorsi yang mendalam tentang realitas lapangan di Suriah.

Pencarian dua istilah itu di Google menghasilkan pengertian berikut: “Perang sipil; adalah perang antara warga negara di negara yang sama,” sementara revolusi adalah “penggulingan pemerintah atau penggulingan tatanan sosial secara paksa demi sebuah sistem baru.”

Istilah “Revolusi” tampaknya telah ketinggalan zaman, diganti dengan istilah yang kurang ideologis seperti “musim semi” atau “konflik” dan tentu saja, “perang sipil”. Revolusi adalah sesuatu dari masa lalu, peristiwa yang terjadi pada abad ke-17 hingga ke-20. Negara-negara seperti Prancis, Rusia, Amerika Serikat dan bahkan Meksiko pernah mengalami revolusi.

“Revolusi” adalah penyebab bajik yang secara moral menuntut dukungan. “Musim semi” adalah pembersihan rumah yang mendalam setelah musim dingin yang panjang. “Konflik” adalah pertengkaran atau perselisihan. “Perang sipil” adalah kekerasan dalam rumah tangga yang tidak diinginkan oleh siapa pun.

“Perang sipil/perang saudara” adalah salah dalam melawan para pemimpin yang terpilih secara sah, sementara “revolusi” dilancarkan terhadap para diktator dan penguasa lalim.

Pada akhirnya media dan komunitas internasional mengirim pesan yang jelas kepada rakyat Suriah: “Tindakan Anda tidak benar. Pemimpin Anda adalah pemimpin yang sah.” Ini menjelaskan penolakan yang terus-menerus dari masyarakat internasional terhadap perjuangan rakyat Suriah, serta menunjukkan kerja sama dan koordinasi yang berkelanjutan dengan rezim Assad walaupun adanya pengiriman bantuan kemanusiaan kepada rakyat Suriah. Dengan menggunakan istilah “perang saudara”, Assad tetap dipandang oleh media arus utama sebagai presiden Suriah yang sah.

Pemikiran delusional ini bukanlah hal baru. Pada 1980-an, revolusi yang terjadi di Amerika Tengah menjadi berita utama, tetapi media dan pemerintah barat menyebut tragedi itu sebagai perang sipil.

Guatemala, Nikaragua, dan El Salvador berperang untuk membawa demokrasi ke negara-negara mereka setelah beberapa dekade mereka dipimpin diktator yang didukung Barat. Amerika Tengah bangkit untuk menggulingkan pemerintah boneka yang memberlakukan kebijakan yang menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan barat. Perjuangan mereka untuk menentukan nasib sendiri tidak hanya ditolak secara linguistik, tetapi juga dihalau oleh intervensi asing seperti apa yang terjadi di Suriah pada hari ini.

Pemahaman tentang perang yang bergejolak di Amerika Tengah sepanjang tahun 1980-an hingga 1992 mungkin terbukti instruktif, jika tidak perlu diwaspadai, dalam memahami tema menyeluruh yang lebih besar di panggung dunia dan linguistik kekuasaan.

Perang rahasia Ronald Reagan di Amerika Tengah memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan intervensi Iran dan Rusia di Suriah. Kedua perang proksi berfungsi untuk menjaga kebijakan yang menguntungkan terhadap negara-negara yang melakukan intervensi dan memperluas jangkauan kekuasaan mereka. Mereka mencapai ini sebagian dengan memberikan legitimasi kepada diktator mereka kembali.

Saya berada di Amerika Tengah pada akhir 1980-an dan melihat langsung kehancurannya. Banyak orang lupa Oliver North dan skandal Iran-Contra Gate yang menggunakan Iran sebagai proxy untuk menyediakan senjata Amerika Serikat (AS) ke Contras di Nikaragua untuk membuang Sandinista yang terpilih secara demokratis. Ini melibatkan penggunaan CIA sebagai pengedar narkoba untuk mendanai segitiga terlarang ini. Wilayah ini hingga sekarang terus menderita karena kebijakan Reagan. Intervensi kekuatan asing dan kebrutalan kelompok para-militer menciptakan krisis pengungsi, seperti di Suriah.

Pada tahun 2014, banyak anak-anak Amerika Tengah melarikan diri dari rumah mereka menuju AS, pada saat yang sama ketika warga Suriah mulai membanjiri negara-negara tetangga. Anak-anak ini melarikan diri dari kekerasan para raja narkoba yang diciptakan di AS selama perang Reagan di Amerika Tengah. Los Angeles pada tahun 1980 menjadi rumah bagi gelombang besar populasi pengungsi Amerika Tengah. Anak-anak pengungsi ini menyaksikan kekejaman dari perang Reagan yang mengerikan dan ketika orang dewasa membentuk geng di Los Angeles yang dikenal karena kebrutalan mereka. Mereka kemudian dideportasi kembali ke Amerika Tengah dan sekarang meneror wilayah itu, menciptakan gelombang pengungsi lain. Warisan Reagan sekarang menciptakan gelombang kekerasan lain yang bergema dengan konsekuensi bahasa dan kepentingan asing.

————————————————

Anisa Abeytia adalah penulis lepas yang berkontribusi pada sejumlah besar media. Abeytia secara aktif terlibat dalam advokasi untuk persoalan Suriah sejak tahun 2012 dan untuk hak-hak pengungsi. Abeytia juga menghasilkan / mengarahkan tiga film dokumenter tentang pengungsi Suriah.

(Orient News)

artikel ini diambil di source

Semoga info yang berjudul Suriah: Perang Saudara Atau Revolusi ?… ini membawa kebaikan untuk semuanya.

Jika ada hal yang tidak elok silahkan laporkan Admin lewat link “Lapor” pada menu atas. Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *