Umdatul Ahkam Hadits ke-216 – Batasan Wilayah Iktikaf – Ustadz Aris Munandar (Eps. 212)

Dear subscriber Yufid.TV. Berikut kajian Yufid.TV yang bertajuk Umdatul Ahkam Hadits ke-216 – Batasan Wilayah Iktikaf – Ustadz Aris Munandar (Eps. 212).

Mohon mengomentari dengan bijak dan jauhi adu argumentasi dan caci maki.



Malam lailatul qadar? Apakah i’tikaf di rumah diperbolehkan? Tahukah Anda batasan wilayah i’tikaf (iktikaf)?

Video ini masih menjelaskan tentang i’tikaf dalam pembahasan Kitab Umdatul Ahkam karya al-Hafizh Abdul Ghani al-Maqdisi rahimahullah Hadist ke-216. Itikaf adalah tinggal di masjid dengan niat tertentu dan dengan tata cara tertentu. Bisa dikatakan pula, itikaf artinya menetap di masjid dengan tata cara yang khusus disertai dengan niat.

Malam lailatul qadar adalah malam kemuliaan karena siapa yang melakukan amal shalih pada malam tersebut, Allah akan catat pahalanya lebih baik daripada melakukan amal yang sama selama seribu bulan. Doa malam lailatul qadar atau doa lailatul qadar adalah di antara amalan yang dianjurkan ketika seseorang bertemu dengan lailatul qadar.

Ada banyak tanda tanda malam lailatul qadar atau ciri ciri malam lailatul qadar. Di antara tanda malam lailatul qadar atau ciri malam lailatul qadar yaitu malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain. Inilah keistimewaan malam lailatul qadar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah i’tikaf pada 10 hari yang terakhir dari bulan Ramadhan sampai beliau wafat. Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, maka para istri Nabi pun tetap iktikaf di masjid.

Oleh karena itu, disyariatkannya itikaf dan i’tikaf ditekankan untuk dikerjakan pada 10 hari yang terakhir dari bulan Ramadhan.

Pernah A’isyah radhiyallahu ‘anha menyisiri rambut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam padahal ia sedang haid, sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang iktikaf di dalam masjid dan A’isyah ada di dalam rumahnya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyodorkan kepalanya kepada ibunda A’isyah radhiyallahu ‘anha. Demikian dalam hadits yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim.

Dalam riwayat lainnya yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika itikaf maka beliau tidak masuk ke dalam rumah kecuali karena kebutuhan manusiawi.

Dalam riwayat Muslim, Ibunda A’isyah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwasanya saat beliau i’tikaf terkadang masuk ke dalam rumah karena suatu keperluan.

Dalil ini menunjukkan bahwasanya orang yang iktikaf itu boleh menyisiri rambutnya dalam kondisi ia sedang itikaf. Jika ini boleh bagi laki-laki ketika i’tikaf, maka bagi perempuan tentu boleh lagi karena perempuan lebih membutuhkan untuk berhias dan kerapian fisik dibandingkan dengan laki-laki ketika iktikaf.

Boleh pula menyentuh dan berbicara dengan wanita dalam kondisi haid ketika itikaf. Hadits ini juga menjadi dalil bahwasanya orang yang i’tikaf manakala dia mengeluarkan sebagian anggota badannya dari masjid maka hal itu tidaklah membatalkan iktikaf.

Lain halnya jika yang keluar dari masjid adalah seluruh badan ketika itikaf. Maka i’tikaf batal karenanya kecuali jika itu karena kebutuhan yang mendesak. Orang yang iktikaf tidaklah masuk ke dalam rumahnya kecuali karena kebutuhan pribadi semacam mandi junub, kencing, dsb.

Jika seorang yang sedang itikaf pulang ke rumah dan masuk ke dalam rumahnya tanpa ada kebutuhan yang mendesak maka i’tikaf yang telah ia lakukan itu batal. Seandainya ia ingin iktikaf kembali maka perlu memperbaharui niat selanjutnya untuk melakukan itikaf.

Orang yang i’tikaf pada dasarnya tidak membesuk orang yang sakit. Seandainya dia menjumpai orang yang sakit saat pulang ke rumah ketika iktikaf dan di rumah ada yang sakit maka siap yang benar adalah menanyai kabar orang yang sakit sambil jalan tanpa duduk.

Lalu kapan malam lailatul qadar? Malam lailatul qadar jatuh pada tanggal berapa? Ingin mendapatkan lailatul qadar saat i’tikaf (iktikaf)?

Yuk, simak selengkapnya dalam video Yufid TV “Umdatul Ahkam Hadits ke-216 – Batasan Wilayah Iktikaf – Ustadz Aris Munandar (Eps. 212)” berikut.
*
►► SUBSCRIBE di sini untuk belajar lebih tentang Islam : http://www.youtube.com/subscription_center?add_user=moslemchannel
*
YUK, FOLLOW SOSIAL MEDIA YUFID.TV LAINNYA UNTUK MENDAPATKAN UPDATE VIDEO TERBARU!
Fabebook : https://www.facebook.com/Yufid.TV/
Instagram : https://www.instagram.com/yufid.tv/
Telegram : https://telegram.me/yufidtv
Yufid.TV Official Website : http://yufid.tv
*
YUK, DUKUNG YUFID.TV!
Yuk, dukung dengan belanja di Yufid Store : http://yufidstore.com
*
DONASI UNTUK VIDEO DAKWAH DAPAT DISALURKAN KE :

BNI SYARIAH
0381.346.658
a.n. YUFID NETWORK YAYASAN

BANK SYARIAH MANDIRI
7086.882.242
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Paypal : finance@yufid.org

NB :
Rekening di atas adalah rekening khusus donasi Yufid Network, jadi Anda tidak perlu konfirmasi setelah mengirimkan donasi. Cukup tuliskan keterangan donasi pada saat Anda transfer.

Link catatan penerimaan donasi Yufid Network selama ini dapat Anda lihat di : https://goo.gl/y7o7Se

video ini tayang di source

Saya berharap kajian yang berjudul Umdatul Ahkam Hadits ke-216 – Batasan Wilayah Iktikaf – Ustadz Aris Munandar (Eps. 212) ini membawa kebaikan untuk semuanya.

Apabila ditemukan hal yang kurang pantas silahkan laporkan Admin lewat link “Lapor” di menu atas. Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *